BWF Terpukau dengan Gemuruh Istora, Atmosfernya Seperti Nonton Piala Dunia

BWF Terpukau dengan Gemuruh Istora, Atmosfernya Seperti Nonton Piala Dunia

ramlihamdani.id – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akui atmosfer nonton badminton di Istora, Senayan, Jakarta, seperti nonton final Piala Dunia di Inggris.

  1. Pasalnya, riuh gemuruh suporter Indonesia di Istora pada ajang turnam BWF sendiri tiada dua

Apa yang di gelaran Indonesia Open dan Indonesia Masters kemarin jadi kembali Istora kembali dihadiri penonton kateleh jeda karena pandemi Covid-19.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo sebelum melagan pebulu tangkis Malaysia, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin pada babak 8 besar Indonesia Masters di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (10/6/2022) .  Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil mengalahkan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di rubber game atau tiga game dengan skor 10-21, 21-11, dan 21-18 dan layak masuk semifinal.  TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo sebelum melagan pebulu tangkis Malaysia, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin pada babak 8 besar Indonesia Masters di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (10/6/2022) . Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil mengalahkan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di rubber game atau tiga game dengan skor 10-21, 21-11, dan 21-18 dan layak masuk semifinal. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Baca juga: Daftar Atlet Badminton Indonesia di Dunia BWF 2022: Marcus/Kevin Hingga Anthony Sinisuka

Tak heran jika banyak Bulu tangkis Pecinta (BL) yang berbondong-bondong untuk fulgens Istora.

Atmosfer yang ada bikin BWF Berikan contoh bahwa sejarah bulu tangkis hampir sama dengan putaran final Piala Dunia di Stadion Wembley, Inggris.

“Istora berkapasitas 7.166 tempat, bisa sekeras Stadion Wembley yang penuh sesak saat Inggris bertanding di final Piala Dunia,” tulis BWF mengutip dari laman resmi BWF.

Bahkan venue legendaris itu di cap sebagai rumah bulu tangkis seumur hidup.

“Arena Indonesia (Istora) dianggap sebagai rumah bulu tangkis seumur hidup sejak acara perdananya – Piala Thomas 1961,” imbuhnya.

Antusiasme yang cukup militan itu juga metilimita baik oleh para atlet.

Atlet Tanggapi Meriahnya Tanding di Istora

Pebulu tangkis asal Korea, An Seyoung tekan decak kagum kepada kepatan Indonesia yang datang ke Istora.

Sumber Artikel: https://www.tribunnews.com/sport/2022/07/29/bwf-terpukau-dengan-gemuruh-istora-atmosfernya-seperti-nonton-piala-dunia

Tidak ada komentar :

Posting Komentar